Sosialisasi Peraturan Organisasi

Provinsi Banten tidak ingin kehilangan atlet potensial dan berprestasi jelng menghadapi PON XX Papua2020. Untuk menghadiri atlet berprestasi mutasi ke provinsi lain, KONI Banten kembali mensosialisasikan AD/ART dan peraturan mutasi atlet kepada pengurus provinsi di bawah naungan KONI Banten.

Sekretaris KONI Banten Sutaryono didampingi Ketua pelaksana kegiatan sosial AD/ART dan mutasi atlet Dani Okta Ramdani, mengatakan, sangat rugi bagi Banten jika atlet yang berprestasi diambil oleh provinsi lain, sebagai dari awal hingga atlet ini berprestasi yang membina adalah Banten.

Dengan adanya sosialisasi kepada pengprov dan pihak terkait lainnya, maka diharapkan tidak salah langkah jika ada atlet yang mau mutasi. “Saya berharap para pengurus cabang olahraga di Banten lebih teliti dan juga bisa mencegah atlet berprestasi mutasi ke Provinsi lain”, imbuhnya.

Jika tidak ada kendala mutasi atlet antar Provinsi, sesuai peraturan mutasi maka provinsi yang memiliki atlet tersebut juga wajib memberikan dana kompensasi untuk pembinaan olahraga di Provinsi yang ditinggalkan oleh atlet yang bersangkutan. “Misalnya untuk atlet peraih medali Emas Rp. 500 juta, Perak Rp. 300 juta, Perunggu Rp.200 juta. Dana konpensasi itu untuk KONI Provinsi yang membina, bukan untuk pengprov atau atlet yang mutasi, inilah yang selama ini banyak salah kaprah, Pengprov main terima duit saja tanpa sepengetahuan KONI. Padahal anggaran pembinaannya kan dari KONI. Kalo atlet itu pindah daerah, ya uang pembinaan harus dikembalikan ke KONI lagi”.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *